
Love is patient; love is kind and never envies no one
Love is never boastful, nor conceited, nor rude; never selfish, not quick to take offence
Love keeps no score of wrongs; does not gloat over other men’s sins, but delight in the truth..
Love will never come to an end
(page 381; Franzoi, 2009)
Sejak lahir seorang manusia telah memiliki ketergantungan terhadap orang lain, hal membuat manusia merupakan mahluk yang terikat. Beberapa waktu setelah kelahiran, manusia menunjukkan berbagai macam respon sosial; takut, marah, cinta.
Cinta adalah hal pertama dan terbesar dari semua ini.
(Paul Webster)
Hingga suatu hari saya teringat bahwa saya pernah mengambil mata kuliah psikologi sosial hingga jilid dua dan masih memperdalam pada semester akhir, namun sialnya mengapa yang saya ingat tentang bahasan cinta ini adalah hanya peristiwa sorak sorai yang kira-kira berbunyi :
“cie....cieee...sapa tuh,,yang lagi lagi jatuh cinta,,ciee,,” keadaan diperparah ketika bapak dosen kami bertanya;
“siapa yang punya pacar satu kelas?” dan..dengan gaya ala suasana tawar menawar di pasar, mahasiswa yang mengambil mata kuliah ini bersoraksorai;
“ pak si A lagi jadian sama si B”..atau..”ihiyy,,,,si A..abis ini ditungguin si B di BonBin..” dan seterusnya..hm..
Namun kali ini, saya ingin mengumpulkan dan merangkai kembali ingatan ilmiah saya mengenai bahasan cinta yang dibahas dalam chapter Attraction & Intimacy: Liking and Loving Others (Myers,2008). Layaknya pembahasan materi serupa, seperti pada sikap altruisme, agresivitas, prasangka dan menyukai, para ahli sosial juga telah mencoba untuk meneliti cinta yang bersifat romantis (terhadap pasangan), dan tercipta beberapa konsep mengenai cinta dan mencintai ini.
(Freud)
(Shostak)
(Mark Twain)
Teori mengenai konsep cinta juga disebutkan oleh psikolog lainnya. Robert Sternberg (1998) mengungkapkan sebuah teori mengenai konsep mencintai melalui tiga jenis komponen dasar cinta. Teori ini lebih memudahkan dalam penggolongan cinta dan kombinasinya dapat menjelaskan jenis hubungan cinta yang sedang dialami oleh sebuah pasangan cinta.
Tiga jenis komponen dasar cinta tersebut adalah:
1. Intimasi (kedekatan hubungan)
2. Gairah (intensitas emosi)
3. Komitmen
Kombinasi-kombinasi komponen ini membentuk konsep mengenai mencintai yaitu :
1. Romantic love (cinta romantis) merupakan cinta yang dikombinasi oleh komponen intimasi dan gairah. Cinta ini hampir mirip dengan passionate love.
Misalnya: ketika anda bertemu dengan seseorang yang membuat anda tergila-gila kemudian anda ingin selalu berada dekat dengannya, namun tanpa ada ikatan ataupun komitmen. Seperti halnya hubungan tanpa status.
2. Fatuous love (cinta buta) merupakan kombinasi antara gairah dan komitmen. Jenis cinta ini cenderung tidak memikirkan akibat dari hubungan yang tengah dijalani.
Contohnya pada saat anda menemukan seseorang yang membuat anda bergairah dan anda ingin membuat suatu komitmen, bahwa anda tengah berhubungan dengannya, namun anda tidak bisa terus dekat dengannya. Ini dapat terjadi ketika seseorang selingkuh dari pasangannya atau hubungan yang tidak disetujui oleh orang tua atau dapat juga anda berhubungan dengan seseorang yang tidak tinggal ditempat yang sama karena ia tinggal dan harus bekerja di luar kota.
3. Companionate love (cinta yang tepat) merupakan kombinasi antara intimasi dan komitmen.
Cinta jenis ini misalnya terjadi ketika anda dijodohkan oleh orang tua, anda bisa dekat dengannya dan mempunyai komitmen untuk bersama namun tidak sedikitpun terdapat gairah di dalamnya. Atau dapat berupa, anda memilih seseorang yang anda anggap tepat sebagai pasangan tapi sebenarnya anda tidaklah terlalu mencintainya dan tidak merasa bergairah dalam menjalin hubungan jika dibandingkan ketika anda berhubungan dengan wanita/pria idaman anda lainnya.
4. Consummate love (cinta sejati) adalah kombinasi dari ketiga komponen dasar cinta yaitu intimasi, gairah dan komitmen. Cinta jenis ini sering dikatakan sebagai cinta yang sempurna. Pasangan yang saling mencintai, penuh gairah dan memiliki komitmen yang menguatkan hubungan tersebut. Hm..
Lalu, jenis cinta manakah yang anda rasakan?
1. Franzoi, S.L. (2009).Social Psychology, 5th ed. USA: McGraw-Hill.
2. Myers, D.G. (2008). Social Psychology, 9th ed. USA: McGraw-Hill.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar